Sejumlah pengamat dan praktisi pendidikan meyakini bahwa kualitas fasilitas sekolah dapat mempengaruhi perkembangan akademik siswa. Sedangkan sebaliknya, fasilitas sekolah yang tidak memadai dapat mengurangi efektivitas mengajar, menurunkan antusiasme murid terhadap sekolah, hingga menurunkan nilai akademik siswa.
Fasilitas yang dimaksud berhubungan dengan akademik siswa seperti laboratorium sains, perpustakaan, gedung sekolah, lapangan dan peralatan olahraga bahkan pendingin udara di dalam ruang belajar.
Namun, di era digital kebutuhan murid akan fasilitas sekolah semakin berkembang. Untuk mendukung penerapan metode belajar tertentu, meningkatkan keterlibatan siswa di kelas, hingga memudahkan kolaborasi antara sesama murid dan guru, sekolah butuh melibatkan teknologi dalam kegiatan belajar sehari hari.
Fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berhubungan dengan akademik siswa di antaranya adalah jaringan internet di kelas dan seluruh bagian sekolah, laptop atau tablet, learning management system, laboratorium komputer dan teknologi, serta proyektor atau smart board.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Jennifer L. Harris dan Adel Al-Bataineh dari Illinois State University dan Mohammed T. Al-Bataineh dari Jordan University of Science and Technology pada tahun 2016, tersedianya fasilitas perangkat teknologi, ternyata memberikan dua dampak positif.
Pertama, sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas TIK memadai memiliki tingkat partisipasi siswa yang lebih baik jika dibandingkan sekolah tradisional. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat kehadiran siswa yakni 88% berbanding 100%.
Kedua, pencapaian akademik siswa di sekolah yang dilengkapi fasilitas teknologi lebih tinggi dibandingkan sekolah tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan serangkaian tes akademik yang hasilnya membuktikan bahwa skor siswa yang sekolahnya dilengkapi fasilitas teknologi lebih tinggi dibandingkan sekolah tradisional.
Tidak hanya memberikan keuntungan bagi murid, sekolah yang memiliki fasilitas TIK memadai juga memberikan keuntungan bagi guru. Riset yang dilakukan peneliti Universitas Malaya Malaysia, Simin Ghavifekr dan Wan Athirah Wan Rosdy, yang diterbitkan dalam International Journal of Research in Education and Science (IJRES) menemukan bahwa dari 101 guru sekolah negeri yang menjadi responden, sebagian besar memberikan respons positif terhadap keberadaan fasilitas IT yang memadai di sekolah.

