Jum. Mar 13th, 2026

Future Leadership dalam Perspektif Kepemimpinan Sekolah

PGRI News Sulsel. Com, – Takalar Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye,.MM membuka secara langsung Talkshow Pendidikan 2025 “Future Leadership dalam Perspektif Kepemimpinan Sekolah” yang diselenggarakan oleh Sekolah Islam Athira Makassar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar mengatakan bahwa kegiatan ini bisa menjadi tempat berbagi dan saling berbagi pengalaman tentang pendidikan, sekolah athira merupakan sebuah yayasan yang mempunyai pengalaman dan telah melahirkan siswa-siswa yang mumpuni.

“Ada sekolah unggulan di Takalar mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP, sehingga dengan kegiatan ini para Kepala Sekolah dapat saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan mutu pendidikan di Takalar sehingga kedepan takalar akan melahirkan sekolah dan murid yang berprestasi” Pungkas Daeng Manye.

Sementara itu, Ketua Panitia dalam laporannya meyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan kepemimpinan masa depan pada satuan pendidikan dan juga mengenalkan manajemen sekolah berbasis Balanced Scoredcard dalam peningkatan mutu.

Dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang terdiri dari 40 Kepala Sekolah SMP Se-Kab Takalar dan 60 Kepala Sekolah SD Se-Kab Takalar, Selasa (22/4).

“Sekolah islam athira telah melakukan “Athira Menyapa” yang hanya dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Kota Makassar, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Barru. Sehingga dengan kolaborasi ini diharapkan kita dapat menciptakan pendidikan yang lebih baik untuk generasi yang akan datang dengan meningkatkan pendidikan dan menghadapi tantangan pendidikan abad 21″Jelasnya

Semoga melalui kegiatan ini akan melahirkan pemimpin masa depan yang meningkatkan atau menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih profesional, humanis serta lulus secara komoditi.

Bidang Humas Informasi dan Komunikasi Publik

Bupati Takalar, Mohamaad Firdaus Daeng Manye bertemu dengan Kemensos RI di Jakarta. Pertemuan ini membahas agaimana pengentasan kemiskinan dan pendirian sekolah rakyat di Takalar.

Pasalnya, dari data DTEN Kemensos RI 2025, masih ada 24 ribu masyarakat miskin ekstrem di Takalar. Hal ini menjadi perhatian Bupati Takalar.

Daeng Manye berusaha menghadirkan Sekolah Rakyat untuk menampung masyarakat miskin. Termasuk melalui program pemberdayaan pengentasan kemiskinan.

Program ini merupakan gagasan bapak Presiden RI Prabowo Subianto dengan tujuan untuk memberikan pendidikan berkualitas dan gratis kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Daeng Manye mengatakan, Sekolah Rakyat dirancang untuk mencetak generasi muda yang bisa menjadi agen perubahan dengan pendidikan yang gratis, lengkap dengan fasilitas asrama, makanan, dan perlengkapan sekolah yang semuanya ditanggung negara.

“Sekolah ini mencakup jenjang SD hingga SMA dan menggabungkan kurikulum formal serta pendidikan karakter untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ucapnya.

Ditambahkan, Program ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan antar generasi dan memberikan peluang yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(Int)

Related Post