Ming. Mar 15th, 2026

Mengenang Sosok Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional

Atik Setyarini
Jum’at, 02 Mei 2025 |   5525 kali

Setiap tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional tidak lain dikarenakan tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran sosok yang sangat berjasa dalam kemajuan bangsa Indonesia melalui jalur Pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada tanggal 2 Mei 1889 di Pakualaman Yoyakarta. Beliau merupakan putra dari GPH Soerjaningrat, seorang ningrat/bangsawan Kraton Pakualaman Yogyakarta.

Dengan latar belakang priyayi (sebutan bagi keluarga bangsawan Jawa), beliau berkesempatan menyelesaikan pendidikan dasar dan kemudian melanjutkan belajar di STOVIA, sebuah sekolah di bidang kedokteran bagi penduduk pribumi Indonesia namun gagal lulus dikarenakan menderita sakit. Selanjutnya beliau bekerja sebagai jurnalis di beberapa media masa seperti SediotomoMidden JavaDe ExpresOetoesan IndiesKaoem MoedaTjahaja Timoer, and Poesara.

Selain bekerja sebagai jurnalis, Soewardi Soerjaningrat juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Semenjak didirikannya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908, beliau ikut aktif dalam mensosialisasikan dan mempromosikan kesadaran rakyat Indonesia (khususnya di Jawa) akan pentingnya persatuan bangsa.

Beliau juga menyampaikan kritik-kritik terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Hal ini  mengakibatkan pada tahun 1913 beliau  bersama dengan 2 orang kolega yaitu Douwer Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Belanda. Di Belanda, beliau tetap aktif berorganisasi dengan pemuda Indonesia di Belanda.

Tahun 1919 Soewardi Soerjaningrat kembali ke Indonesia. Pada masa itu hanya anak-anak keturunan Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Hal itu membuat beliau terpanggil untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan National Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa tepatnya pada tahun 1922. Beliau kemudian mengganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara.

Dalam menerapkan sistem pendidikannya, Ki Hajar Dewantara mempunya semboyan yang sangat terkenal yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). Tut wuri Handayani sampai sekarang masih dikenal sebagai semboyan pendidikan nasional.

Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Atas jasanya dibidang Pendidikan beliau diberi kehormatan sebagai Pahlawan Nasional oleh  Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Sumber: Wikipedia dan artikel Berangkat dari Perjuangan Hingga Jadi Bapak Pendidikan, Ini Sekelumit Sejarah Ki Hadjar Dewantara, yang ditulis oleh Rian Alfianto dan dipublikasikan di msn.com serta berbagai sumber lainnya 

Related Post